Jumat, 30 Desember 2016

DEMI TUGAS AYAH TERPAKSA MENINGGALKAN KAMU

ANAK ku tersayang bukan maksud Ayah untuk menyakiti perasaan dirimu. Ayah hanya ingin dirimu mengerti bahwa pekerjaan Ayah ini adalah Seorang Penegak hukum untuk melindungi orang banyak sehingga Ayah sering tidak berada di rumah untuk menemani dirimu yang sangat ku sayangi. tanggung jawab Ayah begitu besar


Mungkin bukan saat ini Ayah Membagi waktu bersama dengan dirimu, tetapi yakinlah bahwa suatu saat nanti Ayah pasti akan meluangkan banyak waktu untuk menemani dirimu, terkadang Ayah juga ingin bersama dengan dirimu. mengantar kan dirimu ke sekolah dan mengajak dirimu ke tempat bermain yang kamu suka

Ayah berharap dirimu tidak akan membenci dan menyalahkan Ayah, Sesekali Aku ingin mencuri banyak waktu. namun karena Pangkat dan jabatan Ayah yang begitu tinggi membuat diriku harus menjalankan tugas ini demi menjaga keamanan masyarakat dan mungkin dirimu suatu saat akan menjadi seperti Ayah juga

Anak ku harus tetap semangat walaupun Ayah jarang berada di samping dirimu, Ayah juga hanya ingin dirimu Suatu saat akan menjadi Seorang pribadi yang kuat, mandiri serta bertanggung jawab dalam menghadapi suatu masalah. Ayah juga tidak ingin dirimu selalu bergantung kepada orang lain

Ayah juga ingin dirimu mengetahui ketika tugas Ayah sudah selesai, setiap hari sering ayah melihat foto dirimu di tempat mess ayah, karena terlalu rindu dengan dirimu dan menjadi penyemangat Ayah, foto dirimu selalu Ayah bawa kemana pun pergi dan selalu teringat kepada dirimu ketika kita bersama -sama bermain di taman

Pernah juga ayah ketika sedang beristirahat di sebuah warung, Ayah melihat ada seorang bapak dan anak kecil sedang makan bersama dan membuat Ayah teringat ketika kita berdua di tempat makan. Ayah menyuapi makanan kepada dirimu. Kamu sangat senang banget dengan masakan semur jengkol sampai nambah dua kali

Kini Ayah di tugaskan keluar kota untuk waktu yang lama, mungkin saja sampai setahun baru bisa kembali lagi bertemu dengan dirimu. Ayah minta kepada dirimu untuk bersabar menungu diriku dan selalu berdoa kepada tuhan supaya Ayah selamat dalam Pekerjaan yang berat ini karena harus menangani suatu kasus yang besar dan memiliki resiko yang tinggi

Semoga Setahun kemudian kita jumpa dirimu akan semakin gemuk, harapan Ayah kepada anak ku tersayang agar menjaga dirimu baik-baik. jangan berbuat nakal, sembarangan bergaul dengan teman -teman yang tidak baik, perbanyak lah beribadah agar selalu di lindungi oleh Tuhan yang maha kuasa

Jika nanti ibu sedang butuh bantuan, dirimu mesti menolong ibu jangan membiarkan ibu bekerja sendiri karena di rumah hanya kita bertiga saja sehingga akan terasa capek jika bekerja sendirian. amanah Ayah harus dirimu jalankan supaya kelak nantinya dirimu akan menjadi orang yang berguna bagi keluarga maupun bangsa. seperti Kewajiban Ayah mu ini

Kebetulan di saat ayah sedang beristirahat. ayah berjalan di tempat Pasar dan membeli sebuah mainan yang nantinya akan di berikan kepada dirimu ketika ayah sudah pulang kerumah. Semoga dirimu nanti menyukai mainan pemberian Ayah ini 

Sampai jumpa di tahun yang akan datang Anak ku tersayang . Semoga Tuhan selalu melindungi dan memberkati kita semua terutama Tugas Ayah dirimu ini agar cepat selesai dan  segera kita berjumpa kembali seperti dulu lagi . salam kehangatan ayah kepada ibu dan dirimu

Kamis, 29 Desember 2016

SULIT BERPISAH DENGAN GURUKU YANG BAIK

GURU adalah Pahlawan pendidikan tanpa membalas jasa mungkin ungkapan ini sangat cocok untuk di alamat kan kepada Guru ku yang baik, Guru ku ini adalah seorang wanita dewasa yang begitu cantik dan pintar serta memiliki kebijaksanaan yang sangat tinggi, mungkin untuk zaman sekarang ini tidak mudah untuk kita temui


Bukanya diriku memuji guruku ini terlalu berlebihan dan juga tidak bermaksud untuk menghina para guru - guru yang lain, memang masih banyak guru yang lain memiliki sifat seperti guru ku ini, namun karena diriku bangga dan bahagia memiliki guru ku ini ketika diriku masih menjadi murid di sekolah tersebut

Guruku selalu membimbing kami baik itu didalam kelas maupun di luar jam pelajaran dan terkadang Guru kami juga senang menyambut kami ketika ingin bertamu ke rumah beliau dengan maksud untuk tambahan belajar kami dan Beliau sama sekali tidak meminta uang untuk sekedar tambahan belajar kami. akan tetapi kami juga tidak datang dengan tangan hampa sesekali kami membawa makanan untuk Guru kami

Pernah ada suatu kejadian dimana kami terlibat suatu perkelahian di daerah kami dan kebetulan Guru kami yang cantik lewat di daerah kami karena tempat tinggal Guru kami tidak jauh dengan lokasi dimana kami berkelahi, Guru kami segera menghentikan kami dan mengusir orang yang usir itu kemudian Beliau membawa kami ke rumah untuk mengobati luka memar yang kami alami



Beliau Mengangap kami sudah seperti anaknya sendiri, walaupun usianya sudah tidak muda namun Beliau sangat pandai dalam merawat wajah sehingga tidak kelihatan berkerut. pada saat di rumahnya. beliau juga menawari kami untuk makan di tempat dia karena melihat hari sudah malam sehingga kami di ajak makan bersama

Pada waktu itu ketika Guru kami sedang mengadakan suatu acara keluarga. Beliau juga tidak melupakan kami, Pertama kali yang ada di pikiran beliau adalah kami. beliau meminta kami untuk menghadiri acara di rumahnya yang tak jauh dengan tempat tinggal kami

Pada hari - hari besar agama beliau juga tidak pernah lupa untuk mengajak kami beribadah bersama layaknya keluarga besar padahal kami ini hanya orang luar dan murid saja. akan tetapi tidak bagi beliau yang senantiasa membimbing kami ke jalan yang benar sehingga kami pun menggangap beliau seperti orang tua kami sendiri

Tahun demi Tahun kami lewati bersama dan tak terasa sebentar lagi kami akan lulus dari sekolah kami. namun juga akan menjadi perpisahan bagi kami dengan guru kami. mungkin kami akan sangat merindukan masa -masa kami sewaktu masih di sekolah bersama dengan beliau begitu juga dengan Guru kami

namun bukan berarti kami tidak berada di sekolah lalu putus hubungan kami sebagai Guru dan murid, bagi kami beliau akan selamanya menjadi bagian dari keluarga kami. memang diriku beserta murid yang lain akan merasa kehilangan kehangatan yang selama ini kami rasakan bersama- sama

Setelah tamat dari sekolah diriku dan murid - murid yang lain berencana mengadakan suatu acara perpisahan dengan mengundang Guru- Guru kami agar menjadi suatu kenangan bagi kami semua nantinya. Guru-Guru di sekolah kami sangat senang dengan niat kami yang tulus dan Mereka sangat bangga dan bahagia dengan kami terutama untuk Guru kesayangan kami. Beliau menangis karena terharu dengan kami


Rabu, 28 Desember 2016

PERMINTAAN AKU HANYA SATU INGIN AYAH DAN IBU KEMBALI BERSATU

AYAH DAN IBU yang sangat aku cintai dan sayangi , ketika kalian berdua melihat isi surat ini mungkin aku sudah tidak berada di samping kalian lagi. aku sengaja menulis surat ini agar menjadi kenangan terindah yang pernah kita alami pada waktu itu, mungkin Ayah dan ibu sedikit lupa dengan kebahagian kita bersama


Masih ingat kah ibu ketika aku sedang sakit, ibu selalu menemani aku sepanjang malam tanpa merasa lelah. sesekali ibu memeriksa suhu badan aku. apakah sudah lebih baik. aku sangat senang di manjakan dengan pelukan oleh ibu. begitu hangatnya dirimu sehingga membuat aku terasa nyaman dan terlelap tidur ku

Ketika aku terbangun dari tidur ku dan ternyata ibu masih saja memeluk hangat diriku. melihat senyum ibu yang begitu indah. aku sangat bahagia sekali. bukan hanya itu saja pada waktu itu aku terlambat pulang kerumah saja ibu begitu khawatir dengan aku, ibu menangis dan langsung memeluk diriku dengan erat

Untuk Ayah ku tercinta, walaupun Ayah memiliki Pikiran yang keras namun kepada diriku  ayah begitu penurut. apakah mungkin karena aku ini anak ayah sehingga semua permintaan diriku selalu ayah lakukan dan tidak pernah sama sekali mengecewakan diriku.

Ketika ayah sedang bertengkar dengan ibu. melihat diriku datang menghampiri kalian berdua, Ayah langsung menghindar dan pergi meninggalkan ibu dan diriku seakan tidak ingin membuat diriku melihat kalian berdua bertengkar

Ayah juga sering membeli kan hadiah kepada diriku walaupun bukan hanya pada saat diriku berulang tahun saja, terkadang juga mengajak diriku ke tempat rekreasi dan tidak lupa juga mengajak diriku ke tempat beribadah 

Namun ketika Ayah dan Ibu sudah tidak cocok lagi dalam Satu rumah tiba - tiba ayah pergi dari rumah dan meninggalkan diriku dan Ibu. aku merasa kehilangan ayah. keluarga ini tidak lengkap karena ayah tidak bersama kami. hanya tinggal diriku dan ibu. aku pun tahu ibu merasa kecewa namun karena ibu tidak ingin membuat diriku ikut kecewa juga sehingga sedikit menghibur diriku 

Tiba - tiba dada ku terasa sesak dan diriku Merasa kesulitan untuk bernapas , kebetulan ada Ibu yang selalu menemani aku dan membawa  diriku ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatan aku, setelah di periksa seorang dokter lalu ibu menanyakan penyakit yang di derita oleh diriku. pada waktu itu ibu terkejut dan menangis namun tidak berani memberitahukan kepada diriku

Aku bertanya kepada suster yang sedang memeriksa diriku, Suster itu  mengatakan bahwa kondisi pasien seperti diriku ini biasanya sakit asma. diriku di wajibkan untuk beristirahat dan tidak di perbolehkan untuk melakukan aktifitas yang bisa membuat diriku mudah terkena penyakit asma

Pagi itu diriku tidak sengaja mendengar suara ayah, aku merasa senang dan langsung terbangun dari tempat tidurku. akan tetapi, bukan kabar gembira yang diriku dapat. aku melihat ada seorang wanita sedang bersama dengan ayahku. lalu tidak sengaja aku mendengar Ayah dan Ibu ingin berpisah. kemudian Ayah langsung pergi 

Ibu menangis dan langsung masuk ke dalam kamar. aku pergi mengejar Ayah. ketika dalam perjalanan tiba-tiba dada diriku kembali terasa sesak, aku lupa membawa obat sesak nafas ku sehingga diriku langsung terjatuh ke tanah. orang- orang di sekitarku membawa diriku ke rumah sakit

Ketika  aku terbangun Ayah dan Ibu sudah di depan aku, aku merasa gembira bisa melihat kalian berdua lagi, namun aku merasa hidup diriku tidak akan lama lagi, diriku sengaja menulis surat ini sebagai bentuk permintaan terakhir aku kepada Ayah dan Ibu supaya kalian berdua kembali lagi seperti dulu, maafkan diriku jika pernah membuat Ayah dan Ibu kecewa. salam dari aku. Kenangan yang indah bersama Ayah dan Ibu Selamat tinggal untuk Selamanya !!!


Selasa, 27 Desember 2016

APAKAH SUDAH TIDAK ADA LAGI KEHORMATAN YANG HARUS DIJAGA DARI WANITA

NURUL SUSANTI ( nama samaran) adalah nama saya, pegawai swasta di salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang garment, bukannya saya mau di bilang wanita yang sopan oleh orang lain . saya tidak peduli dengan apa yang orang - orang berkomentar tentang diri saya, setiap harinya saya pergi kerja dengan memakai pakian yang serba tertutup serta berhijab karena saya ingin menjadi wanita yang berbeda di antara wanita lain yang bekerja di tempat lingkungan saya berada dengan berpakaian yang menurut saya  kurang sesuai


Memang kehidupan di kota metropolitan sekarang ini begitu glamour, mungkin sangat jarang di jumpai wanita berpakaian  yang sopan seperti saya ini, bagi para wanita cantik khususnya akan berangapan bahwa saya ini hanya wanita kampung yang tidak bisa mengikuti zaman yang sudah berubah, terkadang saya harus mengakui kehidupan saat ini sudah berbeda dengan dulu lagi

Akan tetapi itu bukan suatu alasan bagi para wanita untuk bebas leluasa memakai pakaian yang serba tidak tertutup dengan menunjukkan bentuk tubuh yang seksi untuk di lihat oleh para lelaki. itu sama saja dengan kita tidak menghargai diri kita sendiri, saya merasa para wanita sekarang harus belajar untuk lebih etika tentang tata cara berpakain yang baik  

Kalau kita sendiri saja tidak bisa menjaga harkat dan martabat kita sebagai seorang wanita, apalagi suatu saat nanti ketika kita sudah berkeluarga dan menjadi seorang ibu mengajarkan kepada anak kita tentang  tata cara beretika dengan berpakaian yang sopan santun, mustahil bagi anak kita untuk mendengar kata-kata kita sedangkan kita saja tidak mampu menunjukkanya

Bukan hanya itu saja, terkadang saya juga merasa tidak nyaman melihat pergaulan mereka yang begitu bebas sekali. dimana antara wanita dan lelaki seperti tidak ada batasanya, mereka saling berpelukan, cium pipi kiri dan pipi kanan. sungguh tidak pantas bagi kita sebagai wanita terlalu murahan sekali, harus kah seperti itu jika kita didepan para lelaki 

Pernah suatu hari ketika saya sedang pulang dari tempat kerja saya dan tidak sengaja bertemu dengan pegawai wanita lain dengan pakian yang tidak sopan . sepanjang perjalanan saya menasehati wanita itu supaya berpakaian lebih tertutup namun betapa terkejutnya saya pada waktu itu dimana wanita tersebut malah balik marahi saya dengan nada emosi, dia mengatakan kepada saya jangan terlalu ikut campur dengan urusan dia cukup urus diri masing-masing kemudian wanita itu pergi begitu saja meningalkan saya

Saya merasa heran, kok bisa wanita itu mengatakan kepada diri saya dengan begitu. padahal saya hanya ingin memberikan saran yang baik kepada wanita itu, akan tetapi malah saya di balas dengan perkataan yang tidak sopan. memang Saya tidak berhak ikut campur dengan pribadi wanita itu, akan tetapi sedikit memberikan saran yang baik supaya wanita itu  bisa mengubah cara berpakaian 

Alangkah baiknya kita sebagai wanita perlu adanya kesadaran sendiri untuk lebih membatasi cara pergaulan kita yang tidak baik, cukup menjaga jarak dan sikap ketika kita sedang berbicara dengan para lelaki supaya kita sebagai wanita tidak di pandang rendah oleh mereka, Saya yakin para lelaki akan lebih senang jika kita menunjukkan cara berpakaian serta sikap kita kepada mereka dan mudah-mudahan mereka juga akan melakukan hal yang sama kepada kita karena itu akan menjadi pribadi yang baik

Senin, 26 Desember 2016

TUHAN KUATKAN IMANKU UNTUK MENGHADAPI SEMUA INI

MINA DURBAIZAH ( nama samaran) adalah nama saya, seorang yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di sebuah rumah yang begitu besar yang didalamnya di huni oleh keluarga yang kaya raya dan sangat kejam karena sering menyiksa para pembantu yang telah bekerja di rumah mereka


Sudah banyak pembantu yang tidak betah bekerja di rumah mereka karena sering melakukan tindakan keras kepada para pembantunya, sungguh tidak manusiawi mereka terhadap pembantunya termasuk diriku ini yang pasrah akibat ekonomi yang menimpa keluarga saya setiap hari kami di perlakukan tidak baik dan membuat kami merasa tekanan bathin akibat ulah keluarga mereka

Upah yang saya terima tidak sebanding dengan kerja saya disini dan terkadang saya merasa ketakutan karena pebuatan buruk yang di lakukan mereka kepada diri saya  maupun yang lainya . sesekali saya memiliki keinginan untuk pergi dari rumah ini, namun terkadang saya juga memikirkan nasib keluarga saya jika nanti tidak bekerja lagi.

Saya memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah sedangkan suami saya bekerja di ladang dengan upah tergolong sangat rendah sehingga saya harus bekerja demi menghidupi keluarga saya. yang paling saya takutkan di keluarga kaya raya ini adalah nyonya Ratna (nama samaran). dia memiliki sifat yang jahat dan terkadang mau menampar diri saya

Ketika nyonya ratna sedang ingin meminta bantuan saya dan harus segera saya datang kepada nyonya ratna tidak boleh terlalu lama datang kepadanya karena jika nyonya sudah marah maka beliau tidak kan segan untuk memukul dan menendang saya, kadang juga melempari saya dengan benda seperti sapu atau dengan gelas melempari muka saya sehingga mengakibatkan diri saya terluka 

Saya tidak di perbolehkan untuk beristirahat sebelumnya semua pekerjaan saya selesai di kerjakan begitu juga dengan pembantu yang lain. setiap malam saya selalu menangisi nasib saya yang begitu malang. "oh...Tuhan sampai kapan saya harus menghadapi cobaan yang begitu berat seperti ini" sambil melihat foto keluarga tercinta saya

Pada suatu ketika ada seorang ibu yang bernama Nurhayati (nama samaran) beliau adalah teman dari nyonya ratna dan sering datang kerumah ketika mereka mengadakan suatu arisan. ibu nurhayati sering melihat saya di rumah ini dan merasa kasihan kepada saya. beliau mendatangi saya dan memberikan sebuah kertas kecil kemudian ibu nurhayati pergi supaya tidak terlihat oleh nyonya ratna

Kertas Kecil itu saya simpan di dalam kantong celana saya setelah semua pekerjaan sudah selesai kemudian saya masuk kedalam kamar dan melihat apa isi surat yang di berikan oleh ibu nurhayati kepada saya. isi surat itu tertulis bahwa ibu nurhayati menawarkan kepada saya suatu pekerjaan di tempat beliau. ternyata beliau adalah seorang pengusaha kue yang lumayan terkenal didaerahnya. mungkin ini adalah petunjuk tuhan yang di berikan kepada saya melalui ibu nurhayati dalam pikiran saya 

Besok harinya ketika saya pergi belanja di pasar kemudian setelah selesai berbelanja saya menemui ibu nurhayati di rumahnya dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri memang benar beliau memiliki usaha kue dan memperkerjakan banyak karyawan di rumahnya. ibu nurhayati melihat saya lalu memangil saya masuk kedalam rumahnya kemudian beliau memberikan kue kepada saya untuk di cicipi dan ternyata kue tempat usaha ibu nurhayati sangat enak dan berkembang pesat

Saya masuk kedalam ruangan ibu nurhayati seperti seorang pegawai yang ingin melamar kerja, kami melakukan perbincangan yang lumayan lama,beliau orangnya sangat baik hati ingin memperkerjakan saya di tempatnya. waktu sudah menunjukkan siang hari kemudian saya pamitan dengan ibu nurhayati dan segera pulang ke rumah majikan saya supaya tidak di marahi karena terlalu lama keluar dari rumah

Sebulan kemudian saya pamitan dengan nyonya ratna majikan saya kemudian langsung bekerja di tempat ibu nurhayati, saya sangat bahagia sekali karena permintaan doa saya sudah di kabulkan oleh tuhan dan saya tidak menderita lagi seperti dulu sewaktu bekerja di rumah majikan nyonya ratna 

Minggu, 25 Desember 2016

TERIMA KASIH ATAS KESETIAAN BAPAK KEPADAKU

Baharudin (nama samaran) saya seorang penjual buah -buahan di pasar  dan saya memiliki seorang pegawai yang bernama UDIN, dia lelaki yang sudah terbilang tidak muda lagi umur yang di miliki dia sekitar 60 tahun lebih tua dari umur saya. dia hampir bekerja dengan sayalebih dari 10 tahun







Pak udin selalu setia menemani kesibukan saya di pasar, kapan pun saya ingin membutuhkan jasa beliau. selalu ada dan tak pernah kenal lelah . walaupun saya hanya memiliki satu karyawan namun bagi saya sudah cukup karena pak udin begitu rajin dan orangnya begitu lincah serta cepat dalam menyelesaikan pekerjaan

Ada dua peristiwa yang sampai saat ini masih teringat akan kebaikan bapak udin kepda saya dimana yang pertama pada waktu itu saya pernah mengalami suatu kecelakaan mobil pada saat saya sedang mengantar buah - buahan kepada pelangan setia saya di sebuah desa dan tempatnya sangat jauh dari pasar. apa mau di kata namanya menjaga langanan yang sudah lama belanja di tempat saya sejauh apapun tetap di antar



Ketika itu saya membawa mobil pik-up pengangkut buah-buahan berwarna hitam dengan kondisi
jalan serba berlubang serta cuaca yang tidak mendukung mengakibatkan mobil saya masuk kedalam jurang yang begitu dalam dan saya mengalami luka yang begitu parah sehingga harus di bawa ke rumah sakit dengan kondisi yang kritis dan syukurnya segera dibawa oleh para warga yang berkumim di  daerah itu

Kecelakaan itu membuat saya tidak sadarkan diri hampir tiga bulan lamanya, untungnya saya memiliki pegawai seperti pak udin yang selalu setia membantu di tempat saya. beliau begitu baik kepada saya menjaga tempat saya walaupun sebenarnya saya ini hanya orang lain namun tidak begitu di pikiran pak udin. beliau mengangap saya sebagai anak dia. mungkin saja karena beliau tidak memiliki anak lelaki dan hanya memiliki dua orang anak perempuan saja

Setelah saya melewati masa  kritis dan sudah sembuh. lalu pulang dari rumah sakit kemudian saya menjumpai pak udin dengan maksud untuk berterima kasih atas kebaikan beliau kepada saya. beliau begitu senang melihat saya sudah sembuh dia langsung memeluk saya dengan perasaan bahagia. walaupun saya sudah sembuh. namun, bukan berarti saya bisa langsung beraktifitas seperti biasanya . saya hanya duduk menjaga tempat buah-buahan saya sedangkan pak udin membantu jualan buah-buahan saya

Peristiwa yang kedua pada saat itu pak udin sedang datang ke tempat jualan buah-buahan seperti biasanya di pagi yang subuh, beliau melihat ada suara di dalam lalu pak udin merasa curiga mungkin ada seseorang yang masuk kedalam tempat jualan saya. dan kecurigaan pak udin terbukti dia melihat ada seorang pencuri yang sedang mengambil uang di laci meja tempat saya. pak udin menghadang pencuri dan melakukan perlawanan

Namun karena pak udin sudah berumur dan tidak kuat lagi sedangkan pencuri itu memiliki tubuh yang begitu besar sehingga pak udin kalah dalam perlawanan akibatnya pak udin menderita luka tusukan di bagian perut oleh benda tajam seketika pak udin terjatuh dan tidak sadarkan diri dan pencuri itu berhasil pergi dari tempat kejadian . untungnya ada pedagang lain yang melewati tempat itu dan melihat pak udin jatuh di tanah langsung di bawa kerumah sakit

Pedagang itu kemudian menjumpai saya dan mengabarkan bahwa tadi pagi pak udin menderita luka tusukan oleh benda tajam sehingga di bawa ke rumah sakit, mendapat kabar dari pedagang itu saya langsung menuju rumah sakit melihat kondisi pak udin. sesampainya disana saya mencari ruangan pasien yang di tempati pak udin, namun karena kondisi pak udin yang sedang kritis sehingga beliau masih di ruang ICU. keluarga pak udin sudah menunggu disana. saya berbicara dengan istri pak udin dan meminta maaf karena kejadian tadi pagi

Istri pak udin mengatakan kepada saya bahwa itu sudah menjadi kehendak tuhan dan kita tidak bisa menghindar. kemudian istri pak udin memberitahukan kepada saya jangan terlalu bersalah karena itu bukan kesalahan saya. ketika kami sedang berbicara tiba-tiba sang suster datang kepada kami dan mengatakan bahwa pak udin sedang butuh darah karena banyak kehilangan darah akibat tusukan itu

Kebetulan golongan darah saya sama dengan golongan darah pak udin dan akhirnya saya mendonorkan darah saya kepada pak udin. selama dua jam kami menunggu operasi pak udin dan akhirnya beliau melewati masa kritis kemudian pak udin di bawa ke ruangan pasien. saya menginap disana untuk menjaga pak udin. dengan alasan untuk membalas kebaikan pak udin

Besok pagi ternyata pak udin sudah siuman dan kami berdua berbicara. saya sangat berterima kasih kepada beliau karena sudah menjaga toko saya dengan baik dan beliau sangat senang saya berada di ruangan itu. segala pengobatan dan biaya rumah sakit saya yang bayar sebagai balas jasa dan selama dalam pengobatan saya yang tanggung

Enam bulan kemudian pak udin sudah sembuh dan beraktifitas kembali seperti biasanya namun kali ini saya tidak memperkerjakan beliau sebagai buruh lagi namun sebagai mandor yang menjaga tempat jualan buah-buahan saya

Sabtu, 24 Desember 2016

Belanda Depok Punya Cerita

Belanda Depok Punya Cerita


SELAIN Bekasi, Bogor dan Tangerang serta Tangerang Selatan, wilayah Depok adalah salah satu area penyangga Ibu Kota yang paling pesat perkembangannya. Depok juga menjadi “rumah” bagi beragam etnis dan golongan yang sayangnya jejak sejarahnya perlahan mulai lenyap dimakan zaman.

Tidak seperti di Bogor yang masih banyak bangunan peninggalan era kolonialisme Belanda, Depok sebagaimana halnya Bekasi, hanya meninggalkan beberapa di antaranya yang “berceceran” di sana-sini.

Kini mungkin kita hanya tahu sejarah Depok ya tentang penyebutan “Belanda Depok”. Sedianya di sisi lain ada hal unik yang menyambungkan benang merah antara Depok dan Bekasi.

Tuan Tanah Cornelis Chastelein

Bahwa kedua wilayah ini pernah dimiliki oleh satu orang –Cornelis Chastelein. Pembaca tentu tahu dong kawasan Mester Cornelis?

Saat ini kawasannya menjadi area Jatinegara dan tahukah Anda bahwa dulu Jatinegara itu wilayahnya meliputi Bekasi, Cikarang, Matraman, hingga Kebayoran dan wilayah itu milik Chastelein? Ya, Mester Cornelis yang dimaksud itu tak lain dan tak bukan adalah Cornelis Chastelein.

Dia mantan pekerja yang kemudian jadi saudagar Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) alias Kongsi Datang Hindia Timur. Gara-gara sempat terlibat friksi dengan salah satu gubernur jenderal, figur “Huguenot” (Kristen Protestan yang taat) itu memilih resign alias keluar dari VOC.

Chastelein kemudian memilih fokus pada mengembangkan pertanian dan perkebunan. Maka dibelilah olehnya sejumlah lahan di Weltevreden (kini Gambir), kemudian Sringsing (kini Srengseng Sawah) hingga Depok, Mampang, hingga Karanganyar (kini Cinere).

Cara mengelolanya, Chastelein membeli 150 budak dari berbagai daerah di timur nusantara, seperti Bali, Bugis (Makassar), hingga Timor. Mereka inilah yang di kemudian hari menjadi kaum yang sekarang kita sebut “Belanda Depok”. Setidaknya itu yang penulis ketahui dari beberapa literatur.

Ini juga yang membentuk rasa penasaran penulis untuk menelusuri sendiri cerita di balik “Belanda Depok”. Dengan ditemani kawan penggiat sejarah Beny Rusmawan dan Hosea Aryo Bimo, langkah kaki pun terpandu menuju sebuah rumah tua di Jalan Pemuda, Kota Depok yang di depannya, terdapat papan nama Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC).

“Tahun 1969, dia baru merambah ke Depok setelah beli tanah di Gambir, Senen, Jatinegara. Di Depok, dia beli tanah sekira 1.244 hektare,” ungkap Ferdy Jonathans, koordinator Bidang Harta Milik YLCC, mengawali kisahnya kepada Okezone.

“Dia cari 150 budak dari Bali, Makassar, Timor, sekaligus menunjuk tujuh orang seperti mandor jabatannya. Sebelumnya dia kerjasama VOC setelah berangkat dari Belanda pada 1657, saat itu dia baru 17 tahun,” imbuhnya.

12 Marga “Belanda Depok”

Sebanyak 150 budak tersebut yang kemudian membentuk suatu “komunitas” tersendiri dengan menyandang 12 marga setelah Chastelein tiada. Sebut saja marga Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Loen, Leanders, Samuel, Soedira, Tholense dan Zadokh –yang terakhir ini kini sudah disebutkan punah dan menyisakan 11 marga.

“Dulu sebagai Kristen yang taat, semua budak-budak itu mesti beribadah dan harus ke gereja di (Pasar) Senen. Istilahnya karena kasihan harus jauh-jauh dari Depok ke Senen, maka dibangunkan Gereja Djemaat Masehi (kini GPIB Jemaat Immanuel) itu pada 1714 sebelum Chastelein meninggal,” sambung Ferdy.
“Nah ketika Chastelein meninggal pada 28 Juni 1714, budak-budak ini bingung, walau pada wasiatnya Chastelein, semua tanahnya diberikan pada budak-budaknya. Marga-marga itu sendiri baru dibentuk setelah Chastelein meninggal oleh Pendeta Saprima Lucas, pendeta pertama di gereja,” tambahnya.

Sementara mengenai sebutan Belanda Depok, Ferdy menguraikan bahwa sedianya istilah itu merupakan ejekan belaka dari masyarakat pribumi lainnya.

“Itu (Belanda Depok) olok-olokan buat kami. Kalau dulu orang kerja naik kereta, orang Bogor kan sudah naik duluan dan ketika orang Depok naik, mulailah banyak omongan: ‘Belanda Depok tuh, Belanda Depok’,” tutur Ferdy lagi.

“Warna kulit kita sama dengan pribumi, tapi kita bahasanya Belanda campur Melayu dan karena kita juga dulu kerjanya sama orang Belanda. Makanya sampai sekarang disebutnya Belanda Depok, cap yang sudah lama dan enggak hilang,” lanjutnya.

Gedoran Depok

Orang-orang Belanda Depok juga dari dulu diketahui tak pernah terlibat dengan politik. Mereka sudah terbiasa hidup nyaman sebagai petani yang sayangnya tak lama setelah Indonesia merdeka, kehidupan mereka diguncang peristiwa “Gedoran Depok” pada Oktober 1945.

“Kalau cerita tentang Gedoran Depok, komunitas ini bingung. Kehidupan kami sejak 1914 sudah nyaman dengan bertani, enggak ngerti politik. Peristiwa gedoran itu sebenarnya kecemburuan sosial, ditunggangi masyarakat luar Depok yang cemburu, apalagi kita di sini berbahasa Belanda,” ujar Ferdy berkisah.

“Pada peristiwa 11 Oktober 1945 itu, habis semua rumah di sini dijarah. Ada yang disiksa, ada yang 13 keluarga dikumpulkan di gedung yang sekarang jadi Rumah Sakit Harapan. Hampir dibakar hidup-hidup kita sama pemuda kala itu, tapi keburu diselamatkan sekutu,” imbuhnya lagi.

Setelah diselamatkan sekutu, mereka diungsikan ke Bogor dan baru kembali ke Depok pada 1949. Tak ada lagi harta benda milik mereka yang ditemukan saat pulang ke rumah masing-masing.

Tanah-tanah yang mereka miliki terlikuidasi dan peninggalan Belanda Depok sekarang yang tinggal GPIB Immanuel, rumah pastori yang jadi kantor YLCC sekarang, plus beberapa rumah tua di sekitar Jalan Pemuda, jalan yang dulu namanya Kerkweg alias Jalan Gereja.
Oh iya tak ketinggalan, masih ada satu gedung yang dulunya bernama Gemeente Bestuur, eks gedung “Presiden” Depok yang di depannya berdiri tegak Monumen Peringatan Pembebasan Perbudakan.

Sementara budak-budak yang kemudian jadi warga “asli” Depok yang sudah tiada, dimakamkan di sebuah pemakaman khusus di Jalan Kamboja, sekira 100 meter di belakang Rumah Sakit Hermina. Di depannya juga terbentang sebuah lapangan yang dulu pernah dijadikan tempat orang-orang Belanda Depok bermain sepakbola.
ebelum menutup “Belanda Depok Punya Cerita”, penulis juga ingin mengonfirmasi satu hal pada Ferdy Jonathans. Tentang asal kata “Depok” itu sendiri yang sebelumnya muncul beberapa versi penjelasan.

“Asal nama Depok itu dari kata Padepokan. Dulu oleh (Kerajaan) Pajajaran, daerah ini jadi tempat mereka bertapa sebelum menyerang ke Jayakarta. Orang dulu kan kalau bertapa bikin tempat namanya Padepokan, seperti di daerah-daerah di Jawa. Jadi bukan asal kata dari singkatan-singkatan. Itu salah dan sudah saya bantah,” tandasnya.