Rabu, 24 April 2019

Real Count 22,9% TPS Joko Widodo-Ma'ruf Masih Unggul


Real Count 22,9% TPS Joko Widodo-Ma'ruf Masih Unggul

Real Count 22,9% TPS Joko Widodo-Ma'ruf Masih Unggul - Penghitungan real count suara sementara Pemilu 2019 oleh KPU RI telah mencakup 22,9% tempat pemungutan suara (TPS) pada Selasa (23/4/2019) malam.Agen Bola Sbobet

Berdasarkan pantauan dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU, 22,9% TPS itu setara dengan 186.915 dari total 813.350 TPS. Cakupan ini meningkat dari Senin (22/4) malam yang baru 17% TPS.

Adapun perolehan suara sementara Pilpres pada Selasa (23/4) pukul 20.30 WIB, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh 55,18% atau 18.789.350 suara, sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno memperoleh 44,82% atau 15.257.189 suara.

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Irma Chaniago mengatakan, perolehan suara paslon 01 terus konstan meninggalkan kubu paslon 02.Agen Casino 338

"Kami bersyukur bahwa paslon 01 masih memimpin perolehan suara di real count KPU hingga hari ini. Kami akan tetap mengawal proses rekapitulasi suara secara terbuka melalui command center kami sehingga masyarakat dapat mengetahui proses yang juga kami lakukan secara transparan. Bukan asal main klaim data, namun tidak terbuka kepada publik," kata Irma.

Sikap asal main klaim data, lanjut politikus Nasdem itu, jauh dari prinsip keterbukaan sebagai ciri negara demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Ia juga mengingatkan para pendukung paslon 01 untuk terus memantau proses yang sedang berlangsung dengan terus memantau perkembangan form C1. Bila ada dugaan pelanggaran atau kecurangan yang dilakukan terhadap kubu paslon 01, Irma meminta agar dilaporkan ke pihak berwenang.Agen judi online terpercaya

"Proses yang berlangsung saat ini harus kita jaga. Jangan lengah karena bisa saja ada kecurangan yang menimpa paslon 01. Bila temukan itu, laporkan ke pihak berwajib," tuturnya.

Gusdurian Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jawa timur


Gusdurian Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jawa timur

Gusdurian Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jawa timur - Apabila merujuk hasil hitung cepat atau quick count, Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu lumbung suara Pilpres 2019 kembali menjadi ”milik” capres nomor urut 01 Joko Widodo.Agen Bola Sbobet

Mengutip hasil hitung cepat Indo Barometer, Jokowi yang kali ini berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin unggul dengan jarak cukup tebal. Pasangan ini mengantungi 69,72 persen suara. Sedangkan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya memperoleh 30,28 persen suara.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan, mengatakan, kemenangan paslon 01 di Jatim tidak terlepas dari soliditas warga nahdliyin yang masif, dengan dukungan kiai sepuh NU yang memiliki pesantren dengan jaringan alumni yang luas. 

”Kita tahu, warga NU di Jatim jumlahnya sangat besar, mencapai lebih dari 50 persen total suara yang sebanyak 30,9 juta orang,” ungkap Bakir kepada awak media di Jakarta, Selasa, 23 April 2019. 

Selain keterlibatan langsung para kiai sepuh, sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ungkap Bakir juga menjadi daya tarik tersendiri. 

“Sulit dipungkiri, sosok Gus Dur yang direpresentasikan oleh Yenny Wahid, masih menjadi magnet. Bukan hanya bagi kaum nahdliyin tapi juga warga non-muslim mengingat peran Gus Dur pada masa lalu yang melintas batas sosial,” kata Bakir.Agen Casino 338

Terkait kontribusi keluarga Gus Dur, lanjut Bakir, secara sederhana dapat dilihat dari perbandingan perolehan suara Jokowi di Jatim pada Pilpres 2014 dan 2019.

Tahun 2014, keluarga Gus Dur yang juga diwakili Yenny Wahid ikut dalam barisan Partai Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hasilnya, Prabowo-Hatta mampu meraup suara hingga 40 persen lebih di seluruh Jatim.

Bandingkan dengan Pilpres 2019, ketika Yenny pindah haluan dengan mendukung Jokowi-Ma'ruf, perolehan suara Prabowo turun di bawah 40 persen. 

“Sebagai magnet politik, sosok Gus Dur tidak hanya memikat nahdliyin di wilayah Mataraman, tetapi juga wilayah Tapal Kuda yang membentang mulai dari Pasuruan, Bojonegoro, Probolinggo, Lumajang, Jember hingga Banyuwangi,” ujarnya.

Sekadar perbandingan pada Pilpres 2014 di Jawa Timur, Jokowi-Jusuf Kalla waktu itu mendulang suara di kisaran 11,6 juta sementara Prabowo-Hatta memperoleh 10,3 juta. 

Jokowi-JK menang di 24 kabupaten dan kota dari total 38 kabupaten dan kota. Sedangkan Prabowo-Hatta menang di 14 kabupaten dan kota.Agen judi online terpercaya

Posisi Gareth Bale di Real Madrid Musim Depan


Posisi Gareth Bale di Real Madrid Musim Depan

Posisi Gareth Bale di Real Madrid Musim Depan - Penyerang Real Madrid, Gareth Bale, akan dipaksa bermain di posisi bek kiri jika masih ingin bertahan di klub tersebut.Agen Bola Sbobet

Pelatih Madrid Zinedine Zidane dipastikan tidak akan membutuhkan Bale di posisi penyerang. Ia ingin mendatangkan penyerang bintang di Los Blancos untuk memuluskan rencananya musim depan.

Agen Bale, Jonathan Barnett, sebelumnya menyampaikan bahwa pemainnya itu masih ingin bertahan di Madrid. Barnett menegaskan pemain asal Wales itu bahagia bermain bersama El Real usai mengadakan pertemuan dengan pihak klub Madrid, Jose Angel Sanchez.

Di lain pihak AS mengklaim seperti dikutip dari Daily Mail, Zidane menunjukkan keengganannya untuk mempertahankan Bale sebagai penyerang di timnya. Sebelum kembali menangani Los Merengues, Zidane pernah mengatakan ia bukan teman dekat Bale.Agen Casino 338

Meski demikian, Zidane sendiri diklaim media itu tak menutup kemungkinan mempertahankan penyerang 29 tahun itu jika ia bersedia ditempatkan di posisi baru sebagai bek kiri di Madrid. Ia akan bersaing dengan Marcelo di sektor itu.

Posisi itu tentu bukan hal baru bagi Bale. Ia pernah berperan sebagai bek kiri saat memulai karier profesionalnya di Southampton pada musim 2006/2007.

Di Tottenham Hotspur posisinya berubah menjadi penyerang sayap sejak 2007. Dengan perubahan peran itu, Bale semakin bersinar sehingga direkrut Madrid pada 2013.

Meski masih memiliki kontrak hingga 2022, Bale tampaknya sudah tidak dikehendaki Madrid di bawah arahan Zidane. Padahal, secara statistik performa pemain itu tidak buruk.

Bale tercatat masih menjadi top skor kedua setelah Karim Benzema dengan torehan 14 gol di seluruh kompetisi musim ini.Agen judi online terpercaya

Sebelumnya, Madrid sempat berniat meminjamkan Bale ke klub lain setelah belum ada satu pun klub yang berminat merekrutnya. Namun, dewan direksi klub menutup peluang tersebut. 

Hengky Kurniawan Rayakan Empat Tahun Pernikahan


Hengky Kurniawan Rayakan Empat Tahun Pernikahan

Hengky Kurniawan Rayakan Empat Tahun Pernikahan - Di sela-sela kesibukannya sebagai Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan tak lupa dengan usia pernikahannya dengan Sonya Fatmala yang ke-4, Selasa, 23 April 2019. Sebagai rasa syukurnya, ia mengunggah foto bersama sang istri tercinta.Agen Bola Sbobet

Di sebuah halaman yang dipenuhi pepohonan yang hijau, Hengky terlihat saling berpegangan tangan dengan Sonya. Mereka berdiri berhadap-hadapan.

Bibirnya tampak mencium tangan kanan istrinya, kedua mata mereka saling bertatapan dengan mesra. Di hari pernikahan itu, mereka kompak mengenakan pakaian serba putih.

"4 tahun yang lalu diriku menikahi dirimu... Happy Anniversary Sayang... Terimakasih sudah menjadi teman setia dan sahabat untuk berbagi😍😘 #23April @sonyafatmala," tulis Hengky Kurniawan romantis.Agen Casino 338

Melihat foto kemesraan Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala itu, warganet ramai mengucapkan selamat kepada pasangan itu. Mereka juga mendoakan Hengky dan Sonya selalu bahagia.

"Langgeng terus ya,,,,semoga selalu bahagia teruss😊😊," komentar akun @pipitpipit690.

"Happy anniversary mas Hengki dan mba Sonya...smg semakin SAMAWA," tulis akun @susiaprilia_sa.

Hengky Kurniawan dan Sonya Fatmala menikah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 23 April 2015. Sejak menikah rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis, terlebih mereka telah dikaruniai dua orang anak.Agen judi online terpercaya

KPK Segera Periksa Menteri Agama Lukman Hakim

KPK Segera Periksa Menteri Agama Lukman Hakim

KPK Segera Periksa Menteri Agama Lukman Hakim - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Rabu (24/4/2019).

Selain itu KPK juga memanggil staf ahli Lukman, Gugus Joko Waskito, dan dua anggota panitia pelaksana seleksi jabatan Kemenag, Aulia Muttaqin dan Muhammad Amin.

Mereka rencananya diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur.Agen Bola Sbobet

"Rabu 24 April 2019 dijadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam perkara dugaan suap terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama RI, yaitu Aulia Muttaqin, Muhammad Amin (selaku) anggota panitia pelaksana seleksi jabatan pimpinan tinggi Kementerian Agama," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Selasa (23/4/2019) malam.

"Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia. Gugus Joko Waskito, staf ahli Menteri Agama," sambung Febri.

Dalam kasus ini, KPK menjerat mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy sebagai tersangka. Ia diduga menerima uang dengan total Rp 300 juta dari dua pejabat Kemenag di Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi.Agen Casino 338

Uang itu diduga sebagai komitmen kepada Romy untuk membantu keduanya agar lolos dalam seleksi jabatan di wilayah Kemenag Jawa Timur.

Romahurmuziy dianggap bisa memuluskan mereka ikut seleksi karena ia dinilai mampu bekerja sama dengan pihak tertentu di Kemenag.


Pada waktu itu, Haris melamar posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu, Muafaq melamar posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.Agen judi online terpercaya

Minggu, 07 April 2019

Polisi Tangkap Pencuri Profesi Menyamar


Polisi Tangkap Pencuri Profesi Menyamar

Polisi Tangkap Pencuri Profesi Menyamar - Empat pelaku pencurian dengan pemberatan di Makassar, Sulawesi Selatan dibekuk polisi. Para pelaku terlibat pencurian di sejumlah rumah dengan cara menyamar.Agen Bola Sbobet

"Bahwa kawanan ini merupakan residivis dalam kasus pencurian dengan modus operandi tersangka berpura-pura bertamu atau mengaku sebagai petugas PLN atau petugas PDAM kemudian mengalihkan perhatian korban dengan mengajak ngobrol dan menawarkan sesuatu untuk dijual. Setelah korban lengah, maka tersangka yang lain pun segera masuk ke dalam kamar korban dan mengambil barang berharga berupa uang korban," kata Kanit Timsus Polda Sulsel, Ipda Artenius, di Makassar, Sabtu (7/4/2019).

Baca juga: Wanita Hamil Tua di Makassar Tewas di Kamar Indekos

Penangkapan para pelaku dilakukan di Jalan Maccini Makassar setelah polisi menerima informasi keberadaanya. Polisi yang bergerak cepat kemudian berhasil mengamankan para pelaku. 

"Diperoleh informasi bahwa salah satu tersangka Arham Jaelani alias Korea sedang berada di rumahnya di Jalan Maccini, maka personel pun langsung mengamankan tersangka di tempat tersebut. Interogasi awal maka diperoleh informasi bahwa benar telah melakukan pencurian sesuai dengan laporan polisi tersebut di atas, dengan menerangkan bahwa melakukan pencurian tersebut bersama sama dengan rekannya," jelasnya.Agen Casino 338

Baca juga: Warkop Kak Jokowi di Makassar, Makan Gratis dengan Baca Selawat dan Senyum

Para pelaku ini terpaksa ditembak polisi di bagian kakinya lantaran melakukan perlawanan dan berusaha mengelabui petugas saat dilakukan pengembangan. Pelaku kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk mendapat perawatan. 

"Tim Khusus Polda Sulsel melakukan pengembangan serta penunjukan TKP terhadap 4 orang tersangka akan tetapi mereka berusaha melawan petugas. Kemudian anggota mengambil tindakan tegas secara terukur dengan menembak kaki para tersangka," paparnya. 

Baca juga: Polisi Dipukul Demonstran di Makassar

Keempat pelaku yakni Arham Jaenalani alias Korea (42), Arifin Daeng Nassa (60), Fuad Budiman alias Koko (32) dan Anton alias Niu (60). Selain mengamankan keempat pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti 1 unit sepeda motor, handphone, dompet hingga uang senilai Rp 20 juta.Agen judi online terpercaya

Pelaku kemudian dibawa ke Posko Timsus Polda Sulsel untuk penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
(gbr/gbr)

SBY Kecewa Dengan Kampanye Prabowo di GBK


SBY Kecewa Dengan Kampanye Prabowo di GBK

SBY Kecewa Dengan Kampanye Prabowo di GBK - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan menulis surat elektronik kepada tiga pejabat teras partai itu dari Singapura pada Sabtu, 6 April 2019.Agen Bola Sbobet

Sebagaimana dikonfirmasi Ferdinand Hutahaean, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, surat itu berisi keresahan SBY saat mendapat kabar tentang persiapaan kampanye akbar pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu pagi.

SBY menilai, persiapan kampanye itu, terutama dalam hal tata panggung maupun konsep acaranya dibuat sedemikian rupa sehingga berkesan eksklusif untuk kelompok atau golongan tertentu. Baginya, kalau kabar itu benar, kampanye Prabowo-Sandiaga tak mencerminkan semangat kebinekaan Indonesia.

Presiden keenam RI itu mula-mula meminta tiga petinggi Partai Demokrat— Amir Syamsudin, Syarief Hassan, dan Hinca Panjaitan—menceritakan bahwa dia mendapat informasi tersebut tetapi sempat meragukan kebenarannya. Tapi akhirnya dia memastikan bahwa kabar itu benar.

“… menurut saya, apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif,” tulis SBY.Agen Casino 338

SBY lantas memerintahkan kepada Amir Syamsudin, Syarief Hassan, dan Hinca Panjaitan agar mengingatkan beberapa hal kepada Prabowo dan Sandiaga maupun tim pemenangan kandidat nomor 02 itu. Berikut ini surat lengkap SBY kepada ketiga petinggi Demokrat:

Kepada yang terhormat

1. Ketua Wanhor PD Amir Syamsudin
 2. Waketum PD Syarief Hassan
 3. Sekjen PD Hinca Panjaitan

Bismilahirrahmanirrahim
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam Sejahtera

Salam Demokrat !

Sebenarnya saya tidak ingin menggangu konsentrasi perjuangan politik jajaran Partai Demokrat di tanah air, utamanya tugas kampanye pemilu yang tengah dilakukan saat ini, karena terhitung mulai tanggal 1 Maret 2019 yang lalu saya sudah memandatkan dan menugaskan Kogasma dan para pimpinan partai untuk mengemban tugas penting tersebut. Sungguhpun demikian, saya tentu memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan agar kampanye yang dijalankan oleh Partai Demokrat tetap berada dalam arah dan jalur yang benar, serta berlandaskan jati diri, nilai dan prinsip yang dianut oleh Partai Demokrat. Juga tidak menabrak akal sehat dan rasionalitas yang menjadi kekuatan partai kita.

Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari tanah air tentang "set up", "run down" dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat saya meminta konfirmasi apakah berita yang saya dengar itu benar. Malam hari ini, saya mendapat kepastian bahwa informasi yang didapat dari pihak lingkaran dalam Bapak Prabowo, berita yang saya dengar itu mengandungi kebenaran.

Sehubungan dengan itu, saya minta kepada Bapak bertiga agar dapat memberikan saran kepada Bapak Prabowo Subianto, Capres yang diusung Partai Demokrat, untuk memastikan hal-hal sebagai berikut:

Penyelenggaraan kampanye nasional (dimana Partai Demokrat menjadi bagian didalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan "inclusiveness", dengan sasanti "Indonesia Untuk Semua" Juga mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan. Juga mencerminkan persatuan. "Unity in diversity". Cegah demonstrasi apalagi "show of force" identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuasa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrim. 

Pemilihan Presiden yang segera akan dilakukan ini adalah untuk memilih pemimpin bangsa, pemimpin rakyat, pemimpin kita semua. Karenanya, sejak awal "set up"-nya harus benar. Mindset kita haruslah tetap "Semua Untuk Semua" , atau "All For All". Calon pemimpin yang cara berpikir dan tekadnya adalah untuk menjadi pemimpin bagi semua, kalau terplih kelak akan menjadi pemimpin yang kokoh dan insya Allah akan berhasil. Sebaliknya, pemimpin yang mengedepankan  identitas atau gemar menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, atau yang menarik garis tebal "kawan dan lawan" untuk rakyatnya sendiri, hampir pasti akan menjadi pemimpin yang rapuh. Bahkan sejak awal sebenarnya dia tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin bangsa.  Saya sangat yakin, paling tidak berharap,  tidak ada pemikiran seperti itu (sekecil apapun) pada diri Pak Jokowi dan Pak Prabowo.

Saya pribadi, yang mantan Capres dan mantan Presiden, terus terang tidak suka jika rakyat Indonesia harus dibelah sebagai "pro Pancasila" dan "pro Kilafah". Kalau dalam kampanye ini dibangun polarisasi seperti itu, saya justeru khawatir jika bangsa kita nantinya benar-benar terbelah dalam dua kubu yang akan berhadapan dan bermusuhan selamanya. Kita harus belajar dari pengalaman sejarah di seluruh dunia, betapa banyak bangsa dan negara yang mengalami nasib tragis (retak, pecah dan bubar) selamanya. The tragedy of devided nation. Saya pikir masih banyak narasi kampanye yang cerdas dan mendidik. Seperti yang kita lakukan dulu pada pilpres tahun 2004, 2009 dan 2014. Bangsa kita sangat majemuk.  Kemajemukan itu disatu sisi berkah, tetapi disisi lain musibah. Jangan bermain api, terbakar nanti.Agen judi online terpercaya

Para kader pasti sangat ingat, Partai Demokrat adalah partai Nasionalis-Relijius. Bagi kita Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati. Tidak boleh NKRI menjadi Negara Agama ataupun Negara Komunis. Indonesia adalah "Negara Pancasila" dan juga "Negara Berke-Tuhanan".  Inilah yang harus diperjuangkan oleh Partai Demokrat, selamanya.

Saya berpendapat bahwa juga tidak tepat kalau Pak Prabowo diidentikkan dengan kilafah. Sama tidak tepatnya jika kalangan Islam tertentu juga dicap sebagai kilafah ataupun radikal. Demikian sebaliknya, mencap Pak Jokowi sebagai komunis juga narasi yang gegabah. Politik begini bisa menyesatkan. Sejak awal harusnya narasi seperti ini tidak dipilih. Tetapi sudah terlambat. Kalau mau, masih ada waktu untuk menghentikannya. 

Dari pada rakyat dibakar sikap dan emosinya untuk saling membenci dan memusuhi saudara-saudaranya yang berbeda dalam pilihan politik, apalagi secara ekstrim, lebih baik diberi tahu , apa yang akan dilakukan Pak Jokowi atau Pak Prabowo jika mendapat amanah untuk memimpin Indonesia 5 tahun mendatang (2019-2024). Apa solusinya, apa kebijakannya? Tinggalkan dan bebaskan negeri ini dari benturan indentitas dan ideologi yang kelewat keras dan juga membahayakan. Gantilah dengan platform, visi, misi dan solusi. Tentu dengan bahasa yang mudah dimegerti rakyat. Sepanjang masa kampanye, bukan hanya pada saat debat saja.

Demikian Pak Amir, Pak Syarief dan Pak Hinca pesan dan harapan saya. Ketika saya menulis pesan ini, saya tahu AHY berada dalam penerbangan dari Singapura ke Jakarta, setelah menjenguk Ibu Ani yang masih dirawat di NUH. Partai Demokrat harus tetap menjadi bagian dari solusi, dan bukan masalah. Selamat berjuang, Tuhan beserta kita.