KPK Geledah Kantor Direktorat Air Minum - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Direktorat Air Minum, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Kamis (3/1). Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) yang membelit pejabat PUPRAgen Bola Terpercaya
Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebut ada sejumlah dokumen penting terkait proyek. Dokumen tersebut telah disita tim lapangan KPK.
"Dari pagi sampai malam (penggeledahannya)," ucapnya pada awak media, Jumat (4/1).
Selain di kantor Kementerian PUPR, KPK juga menggeledah 2 lokasi lainnya. Yakni rumah tersangka Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa Irene Irma dan rumah tersangka PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.
"Dari 3 lokasi tersebut disita sejumlah dokumen-dokumen proyek dan keuangan serta barang bukti elektronik," jelasnyaAgen Casino Terbaik
Dalam kasus ini ada delapan orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan SPAM. Para tersangka juga sudah ditahan.
Dari delapan orang tersangka, empat di antaranya merupakan pejabat Kementerian PUPR, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah; PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar; dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.
Sedangkan empat orang lainnya dari pihak swasta, yakni Dirut dan Direktur PT WKE, Budi Suharto serta Lily Sundarsih; dan dua direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa, yakni Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.
Jumlah suap yang diduga diterima para pejabat Kementerian PUPR itu ialah Rp 5,3 miliar, USD 5.000, dan SGD 22.100. Uang itu diduga merupakan bagian fee 10 persen dari total nilai proyek Rp 429 miliar yang didapat oleh kedua perusahaan ituAgen Poker Terbesar di Indonesia







0 comments:
Posting Komentar