Sabtu, 12 November 2016

BUNGA DAN KUMBANG

BUNGA DAN KUMBANG


Bunga - Beginilah hatiku bertarung melawan pikiran-pikiran yang terus berkecamuk dalam batinku. Hinakah aku di depan mereka tanpa sebuah pengorbanan. Aku terdiam tak mampu menggoyahkan sedikitpun kakiku untuk melangkah, menjemput cinta…

Aku membiarkan cintaku luntur di telan waktu dan kecamuk rasa. Hingga akhirnya kecewa yang pasti datang bertandang…

terus bergema di telingaku, meremuk redankan nyawaku. Aku sudah tak bisa tersenyum, menangis pun terasa sesak. Udara pun serasa tak dapat masuk menyusup nadi. Aku tak dapat melihat, mendengar…mencecap pun terasa mematahkan jiwa. Aku, kembali lagi dalam mjiwaku yang terpasung…

Jarak yang semakin dekat ternyata justru semakin menyakitkan. Demi ayah, keluarga dan petuah-petuah darinya, petuah yang masih terdengar jelas di telingaku membuat aku tetap jadi bunga yang angkuh. Tetap terdiam melihat kumbang terseret angin, meliuk terbata-bata untuk menghampiriku. Demi ayah kutepiskan semua rindu. Karena ayah yang menjagaku, mengalirkan darah dalam nadiku, menegarkanku ketika aku layu.

Tapi kini aku benar-benar telah layu. Layu dan penat karena terlalu berat memikul madu cinta ini. kumbang yang harusnya menghampiri tak mampu lagi menghisap manis ini. Sehingga madu inipun meracuniku. Aku yang terlalu ego, terlalu depankan prinsip yang aku tak tau apa itu selalu benar. Tapi aku tau Allah sayang aku. Semua dari-Nya adalah yang terbaik. Mungkin madu ini memang bukan untuk kumbang karena mungkin akan meracuninya, meskipun ku tau kumbang pun seakan mati tanpa madu ini…

0 comments:

Posting Komentar