Sabtu, 12 Agustus 2017

Mantap !!!!! Siap Melanjutkan Kasus E-KTP


Mantap !!!!! Siap Melanjutkan Kasus E-KTP - TEWASNYA Johannes Marliem, salah satu saksi kunci dalam kasus korupsi pengadaan KTP-E di Amerika Serikat, tidak memengaruhi jalannya penyidikan kasus tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tetap akan melanjutkan penyidikan perkara korupsi KTP-E.

“Kami punya bukti kuat, penyidikan terus berjalan. Kematian yang bersangkutan itu domain aparat penegak hukum di sana,” tegas juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, kemarin.

Meskipun belum mengetahui detail informasi mengenai penyebab kematian saksi tersebut, Febri membenarkan informasi perihal kematian Johannes Marliem, di Amerika Serikat.

Johannes dilaporkan tewas dengan luka tembak di kediamannya di kawasan Beverly Grove, Los Angeles, AS. Johannes merupakan Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan yang menyediakan layanan teknologi biometrik. Agen Bola Terpecaya

Mantap !!!!! Siap Melanjutkan Kasus E-KTP

Johannes sebelumnya mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek KTP-E, termasuk Ketua DPR Setya Novanto. Walhasil, keberadaannya pun dianggap sangat vital guna mengungkap kasus tersebut (lihat grafik).

Stasiun televisi CBS Los Angeles, dalam siarannya, kemarin, melaporkan seorang pria (diduga Johannes Marliem) bersenjata yang membarikade dirinya sendiri di dalam rumah di daerah Beverly Grove ditemukan tewas Kamis (10/8) pagi dengan luka tembak. Berdasarkan laporan stasiun televisi tersebut, ia menembak dirinya sendiri. Agen Casino Terbaik

Kejadian dimulai sekitar pukul 17.00 di Blok 600 N Edinburgh Ave.

Sebelum insiden, pada Rabu (9/8) malam, sebuah panggilan dinyatakan masuk ke pihak FBI atau LAPD. Informasi itu belum dikonfirmasi.

Pihak berwenang tiba di tempat kediaman Johannes, dengan seorang anak dan seorang perempuan berada di dalam bersama pria itu. Pihak berwenang khawatir dia melengkapi diri dengan senjata sehingga mereka memulai proses negosiasi.

Dilaporkan, seorang perempuan dan seorang anak mungkin ditahan tersangka. Keduanya berhasil meninggalkan bangunan sekitar 07.30 waktu setempat. Tersangka dikatakan ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 Kamis atau kemarin (WIB).

Mantap !!!!! Siap Melanjutkan Kasus E-KTP

Saat menanggapi tewasnya Johannes Marliem, Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK T Taufiqulhadi meminta agar kematian Johannes tidak dilihat dengan kacamata spekulatif. “Kita harus menunggu kepastian apakah dia meninggal karena sakit, bunuh diri, atau hal-hal yang lain. Jangan terlalu dini menyimpulkan bahwa kematian tersebut terkait dengan kasus dugaan korupsi yang terjadi di Tanah Air.”

Perlunya perlindungan
Indonesia Corruption Watch (ICW) berharap perlunya perlindungan yang lebih baik bagi para saksi dan pelapor dari kasus-kasus korupsi.

“ICW memandang adanya dugaan menghalangi penyidikan kasus korupsi KTP-E oleh KPK, terutama pada upaya menjerat para penerima aliran dana dari kasus KTP-E,” ungkap Koordinator Divisi Investigasi ICW Febri Hendri saat dihubungi tadi malam.

Menurut Febri, Johannes merupakan salah satu saksi kuat untuk membuktikan sejumlah aliran dana kepada pihak tertentu. “Dengan kematian Marliem, tentu KPK harus mencari dan mengandalkan bukti lainnya guna menyelesaikan kasus KTP-E.”

Namun, Febri berkeyakinan bahwa KPK tetap akan bisa menyelesaikan kasus KTP-E meski dengan bukti lainnya. (Hym/Dro/X-6)

0 comments:

Posting Komentar