Jumat, 09 Juni 2017

Harga Sembako Stabil Menjelang Lebaran Tahun ini


Harga Sembako Stabil Menjelang Lebaran Tahun ini - Lebaran mendekati dua pekan lagi. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda lonjakan drastis harga bahan-bahan pokok. Di Pasar Larangan, misalnya. Harga sejumlah barang pokok masih sama dibanding seminggu lalu. Contohnya, telur ayam Rp 18.500 per kg, cabai keriting Rp 20.000 per kg, dan bawang merah Rp 20.000 per kg.

Harga Sembako Stabil Menjelang Lebaran Tahun ini

Asminah, pedagang daging sapi di Pasar Larangan, menuturkan, harga daging masih cukup terkendali. Yakni, sekitar Rp 100.000 per kg. ”Harganya masih tetap. Dalam sehari, dagangan saya bisa laku lebih dari 20 kg,” jelasnya.

Meski begitu, harga bawang putih naik. Semula berkisar Rp 55.000 per kg kini menjadi Rp 61.000 per kg. ”Ngulaknya naik Rp 5 ribu per kilogram. Jadi, harganya juga saya naikkan,” kata Khuzai Makrifatul, seorang pedagang bawang.


Harga cabai rawit di beberapa pasar tradisional Kota Delta terus melambung. Hampir setiap hari kenaikannya mencapai Rp 10 ribu. Selasa (7/2) harga salah satu komoditas yang banyak dicari itu telah mencapai Rp 130 ribu–Rp 140 ribu per kilogram.

Harga tersebut merupakan rekor tertinggi selama ini. Yang menarik, harga itu mengalahkan harga daging sapi. Di pasaran, harga daging sapi kualitas baik saat ini ’’hanya’’ berkisar Rp 120 ribu per kilogram. Kondisi itu pun membuat para pedagang dan pembeli hanya bisa mengelus dada.



Pembentukan satgas pangan yang beranggota polisi dan perwakilan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga memiliki andil besar dalam menjaga ketersediaan pangan. ”Sejak berdirinya satgas pangan, tidak ada lagi yang coba-coba menimbun bahan pokok,” ungkapnya.


Memasuki periode akhir Ramadan, pemprov dan pemkab menggelar dua operasi pasar. Targetnya adalah masyarakat menengah ke bawah. Pemkab sendiri hendak menyasar tiga kecamatan secara mandiri. Yakni, Kecamatan Krian, Balongbendo, dan Sidoarjo Kota. ”Operasi pasar itu hanya dilakukan untuk masyarakat yang secara ekonomi kurang kuat. Nanti, mereka mendapat tiket agar bisa membeli produk di stan-stan yang disediakan,” ujar Handajani

0 comments:

Posting Komentar