Megawati Apresiasi Silahturahmi Antara PDI-P dengan NU - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menghadiri peringatan hari lahir Pancasila sekaligus kelahiran presiden pertama RI Sukarno di Blitar, Jawa Timur. Dalam acara itu, Mega menceritakan kedekatan PDIP dengan Nahdlatul Ulama, yang terjalin sejak lama.
Salah satu cerita yang ia bagikan adalah tentang hubungan persahabatannya dengan Gus Dur, yang merupakan tokoh NU. Menurutnya, sejak dulu NU dan PDIP selalu kompak karena merupakan partai rakyat.
"Gus Dur pernah bilang sama saya. Dari dulu NU sama PDIP itu kompak, selalu sama. Sama salah, salahnya apa? Sama-sama partai rakyat. Tapi juga kompak sama bener-nya. La, bener-nya apa? Sama-sama perjuangan," kata Mega di makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Senin (5/6/2017) malam.
"Kompaknya itu lo, kok ya sampai pilihan. Pasti seri antara NU dan PDIP. Mbok ya ada yang menang salah satu, gitu ndak pernah, lo. Makanya ini saya juga bingung gimana ini, antara NU dan PDIP kalau sama," ungkapnya.
Setelah mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Said Aqil, rangkaian proses perayaan Harlah Bung Karno pun dimulai. Diawali dengan mendengarkan lagu "Tanah Airku".
Seluruh kader PDIP mendengarkan lantunan lagu itu dengan khidmat. Tampak Megawati mengusap air matanya yang menetes saat khusyuk menghayati lagu tersebut.
Selanjutnya, seluruh kader yang terkait diminta mendekat ke Makam Bung Karno. Mereka lantas melaksanakan ritual tahlilan dengan dipimpin oleh Said Aqil Siradj. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly juga tampak berada di tengah-tengah para kader PDIP
"Dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Pulau Rote ada perjuangan, tapi kenapa selalu gagal. Karena kita itu mudah dipecah-belah," terang Mega.
Orasi kemudian diakhiri dengan pemberian bendera Merah-Putih kepada Mega. Presiden kelima Indonesia itu pun mengibarkan bendera diiringi alunan indah lagu 'Berkibarlah Benderaku'.








0 comments:
Posting Komentar