Kamis, 08 Juni 2017

Presiden Jokowi Upaya Menjaga Ideologi Pancasila



Presiden Jokowi Upaya Menjaga Ideologi Pancasila - Tidak hanya menjadi dasar negara, Pancasila juga merupakan bagian dari sejarah Indonesia dengan perjuangannya. Bahkan, kata Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, mungkin tidak ada nama Indonesia, bila tak ada Pancasila.


Presiden Jokowi Upaya Menjaga Ideologi Pancasila

Pernyataan Mega ini tak berlebihan. Sebab, sebelum memproklamirkan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945, Sukarno yang saat itu belum menjadi presiden, telah mengutarakan gagasannya soal rumusan dasar negara yang terdiri dari 5 sila, pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945.

Dalam perjalanan bangsa ini, beberapa kali sejumlah pihak ingin mengganti Pancasila, tak terkecuali di zaman era milenial saat ini.



Unit kerja ini bertugas meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat dengan berbagai program.

UKP-PIP dipimpin oleh Yudi Latif. Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik Yudi, Rabu (7/6/2017), di Istana Negara.

Setelah pelantikan Yudi, Presiden Jokowi bertemu anggota Dewan Pengarah UKP-PIP. Dari pertemuan itu, Megawati Soekarnoputri terpilih menjadi Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP.

Adapun anggota berjumlah 8 orang. Mereka adalah Jenderal TNI (purn) Try Sutrisno, Muhammad Mahfud MD, Ahmad Syafi'i Ma'arif, KH Ma'ruf Amin, KH Said Aqil Sirajd, Andreas Anangguru Yawenoe, Mayjen TNI (purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan Sudhamek AWS.


Dalam rapat juga ditentukan, pertemuan seluruh Dewan Pengarah dan Struktur eksekutif UKP-PIP akan dilakukan sebulan sekali. Sambil menunggu para deputi yang akan diseleksi dan diputuskan oleh Presiden.

Namun, Yudi belum mengetahui lokasi pertemuan rutin itu. Mengingat UKP-PIP belum memiliki kantor. Tapi paling tidak, dia ingin kantor UKP-PIP mudah diakses oleh masyarakat.

Lokasi sangat penting saat ini. Sebab, UKP Pancasila akan berkomunikasi dengan banyak komunitas untuk membahas masalah Pancasila lebih dalam. Selain itu, Yudi tidak ingin ada sistem protokol yang rumit.

Yudi dikenal sebagai aktivis dan cendekiawan dengan pemikirannya tentang keagamaan dan kenegaraan.

Salah satu pemikirannya tentang Pancasila ia tuangkan dalam buku berjudul Negara Paripurna: Historitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila. Sejak saat itu, Yudi Latif dikenal sebagai pemikir Pancasila.

0 comments:

Posting Komentar